Lulusan LN, Gaji UMR, Pulang Pagi
Ketika Lulus kuliahnya anak ini belum lagi usia 21,
masih 20 tahun lebih sedikit, setahun yang lalu, seminggu setelah dia
balik ke Jakarta langsung kerja ( hanya kurang lebih dua minggu setelah di wisuda ) dari universitas berstatus internasional yang cukup terkenal di Malayasia, karena dia ikut bapaknya tki di Malaysia. Biar Malaysia kan luar negeri juga, hehe
Kamu kuliah lagi saja Mas. Anak ini punya kebiasaan lebih banyak tidak menjawab, pendiam ( kalau dia mau, biasanya diam diam juga, dia kerjakan, tidak banyak omong kayak bapaknya hehe ). Sudah setahun ini dia kerja di konsultan IT suatu BUMN. Pertama kali cari kantornya di daerah Harmoni, saya antar karena anak ini selepas SMP, setahun SMA yang semuanya dekat rumah langsung Kuala Lumpur, anak itu ternyata ketika itu, banyak enggak tahu tempat dan jalan di Jakarta, yok oppo seh.
Berapa gajinya kamu terima Mas. Tidak dijawab juga. Kata mamanya cukup-lah anak baru kerja ini, diatas gaji mbaknya yang juga sudah kerja, Mbaknya, karena jauh dari rumah, anak perempuan ini kos dekat tempat kerjanya. Keliatannya anak lelaki yang belum pulang kerja sudah pagi lagi ini, anteng saja, mungkin dia menikmati gajinya selain kerja, karena kecuali tempat tinggal, makan dan minum, masih dengan orang tua, lainnya dia sudah bisa membiayai sendiri keperluannya, Sebenarnya bagi saya, selaku orang tuanya, berpikiran selain biar anak itu belajar menapaki hidup yang berat di Jakarta, juga sudah mengurangi beban bapaknya.
Mamanya sudah beberapa kali lapor, kalau Dimas pulang larut malam, karena banyak kerjaan katanya. Biasanya jika sudah pagi baru pulang, anak itu besoknya berangkat agak siangan. Saya khawatir saja anak ini sakit, karena dia naik kendaraan umum, selain khawatir juga pulang malam malam. Saya perhatikan jika anak itu pulang malam malam, jika tidak flu, kelihatan agak loyo kecapean kerja dan di jalan ( dari tempat kerjanya yang sudah pindah dari tempat kerja lama di harmoni )
Tidak seperti biasanya, malam ini saya terbangun dari tidur pukul 2 lebih sedikit tadi, saya cek ternyata anak ini belum pulang juga, saya sms lama tidak di jawab, di sms lagi, baru saja ketika sedang mengetik tulisan ini ada sms masuk, “ya pak, sudah pulang, lagi di jalan”. Alhamdulillah semoga baik baik di jalan. Amin.
Ada saran?, karena saya pernah dapat cerita dari teman teman, ada yang anaknya baru baru kerja macam begini tidak tahan dengan cara kerja model sekarang, kerja swasta gaji UMR , banyak OT, pulang pagi, keluar dari tempat kerjanya, cari kerja tempat lain yang lebih selesa, Ada juga yang memang digiring oleh orang tuanya, untuk jadi PNS saja, biar tenang walaupun gaji kecil. Oh ya kah siapa bilang PNS pendapatannya kecil, malah infonya sekarang, karena swasta ( termasuk asing ) memberlakukan gaji UMR, pendapatan PNS jauh lebih besar dari pendapatan pegawai swasta, ya kah?
Saya tidak berniat untuk mengatur atur anak, jika bukan kemauannya. Anak jaman sekarang ini mana mau diatur atur, cuma jika gaji UMR, banyak kerja lembur, pulang pagi, kasian juga anak , ya kan?
Sudah dulu ya, ada suara anak itu sudah pulang, mau bukakan pintunya.
Salam dari Jakarta.
Kamu kuliah lagi saja Mas. Anak ini punya kebiasaan lebih banyak tidak menjawab, pendiam ( kalau dia mau, biasanya diam diam juga, dia kerjakan, tidak banyak omong kayak bapaknya hehe ). Sudah setahun ini dia kerja di konsultan IT suatu BUMN. Pertama kali cari kantornya di daerah Harmoni, saya antar karena anak ini selepas SMP, setahun SMA yang semuanya dekat rumah langsung Kuala Lumpur, anak itu ternyata ketika itu, banyak enggak tahu tempat dan jalan di Jakarta, yok oppo seh.
Berapa gajinya kamu terima Mas. Tidak dijawab juga. Kata mamanya cukup-lah anak baru kerja ini, diatas gaji mbaknya yang juga sudah kerja, Mbaknya, karena jauh dari rumah, anak perempuan ini kos dekat tempat kerjanya. Keliatannya anak lelaki yang belum pulang kerja sudah pagi lagi ini, anteng saja, mungkin dia menikmati gajinya selain kerja, karena kecuali tempat tinggal, makan dan minum, masih dengan orang tua, lainnya dia sudah bisa membiayai sendiri keperluannya, Sebenarnya bagi saya, selaku orang tuanya, berpikiran selain biar anak itu belajar menapaki hidup yang berat di Jakarta, juga sudah mengurangi beban bapaknya.
Mamanya sudah beberapa kali lapor, kalau Dimas pulang larut malam, karena banyak kerjaan katanya. Biasanya jika sudah pagi baru pulang, anak itu besoknya berangkat agak siangan. Saya khawatir saja anak ini sakit, karena dia naik kendaraan umum, selain khawatir juga pulang malam malam. Saya perhatikan jika anak itu pulang malam malam, jika tidak flu, kelihatan agak loyo kecapean kerja dan di jalan ( dari tempat kerjanya yang sudah pindah dari tempat kerja lama di harmoni )
Tidak seperti biasanya, malam ini saya terbangun dari tidur pukul 2 lebih sedikit tadi, saya cek ternyata anak ini belum pulang juga, saya sms lama tidak di jawab, di sms lagi, baru saja ketika sedang mengetik tulisan ini ada sms masuk, “ya pak, sudah pulang, lagi di jalan”. Alhamdulillah semoga baik baik di jalan. Amin.
Ada saran?, karena saya pernah dapat cerita dari teman teman, ada yang anaknya baru baru kerja macam begini tidak tahan dengan cara kerja model sekarang, kerja swasta gaji UMR , banyak OT, pulang pagi, keluar dari tempat kerjanya, cari kerja tempat lain yang lebih selesa, Ada juga yang memang digiring oleh orang tuanya, untuk jadi PNS saja, biar tenang walaupun gaji kecil. Oh ya kah siapa bilang PNS pendapatannya kecil, malah infonya sekarang, karena swasta ( termasuk asing ) memberlakukan gaji UMR, pendapatan PNS jauh lebih besar dari pendapatan pegawai swasta, ya kah?
Saya tidak berniat untuk mengatur atur anak, jika bukan kemauannya. Anak jaman sekarang ini mana mau diatur atur, cuma jika gaji UMR, banyak kerja lembur, pulang pagi, kasian juga anak , ya kan?
Sudah dulu ya, ada suara anak itu sudah pulang, mau bukakan pintunya.
Salam dari Jakarta.