catatan saifudin hidayat

be better

Kasus perceraian Yulia Rahman dengan Demian semakin memanas. Dalam persidangan cerainya, Demian mengajukan dua orang psikiater, sebagai saksi. Rencana menghadirkan psikiater itu menimbulkan isu baru dalam kasus perceraian pasangan ini. Yulia dikabarkan mengalami depresi dan terganggu jiwanya? Benarkah

Saat ditemui di Polres Jakarta Selatan, Yulia terlihat tenang. Ia mengaku tidak khawatir Demian mendatangkan psikiater dalam persidangan cerainya. Diakui Yulia, ia tidak terkejut dengan hal tersebut lantaran memang setiap minggunya, selalu ada kejutan-kejutan dari Demian.

Ditambahkan pengacara Yulia, Muhammad Milano kehadiran psikiater dalam sidang cerai itu dinilai bagus.

"Kami malah mendorong kalau bisa dihadirkan psikiater. Justru tadi kami minta ke majelis kalau bisa didatangkan sendiri tanpa panggilan. Kami juga akan membuktikan klien kami tidak ada gangguan jiwa," kata Milano.

Diakui Yulia, dirinya berusaha sabar menjalani sidang cerai yang alot dan berlarut-larut. Ia yakin kebenaran akan semakin terbuka.

"Ya alhamdulilah paling tidak perjalanan panjang ini sudah hampir 7 bulan, sudah hampir terbuka. Dan saya serahkan kepada tim pengacara saya yang sangat luar biasa," ujarnya tenang.

Pada sidang perceraian yang digelar Kamis, 8 November kemarin, Demian tetap tidak hadir. Demian justru membawa ayahnya, Budi Santoso sebagai saksi. Demian juga menyerahkan sejumlah bukti dalam sidang cerainya.

"Luar biasa banget Bapak Budi Santoso hadir. Nggak mungkin saya kalau melihat nggak menghampiri dia," tuturnya.

Sementara itu, ayah Demian mengaku sangat menyesali sikap Yulia yang dianggap terlalu sering bicara di televisi. Sebagai orangtua Demian, Budi merasa gerah lantaran anaknya sering dipojokkan artis tersebut. (umi)