catatan saifudin hidayat

be better

Bersama Dakwah

Bersama Dakwah


  • Alhamdulillah, Gaza Menang!
  • Sharon: Jadikan Gaza seperti Hiroshima
  • Pemimpin Arab Menangis Lihat Derita Anak-anak Gaza

Alhamdulillah, Gaza Menang!

Posted: 21 Nov 2012 05:22 PM PST


Setelah satu pekan membombardir Gaza dengan angkatan udara dan angkatan laut, akhirnya Israel harus menarik mundur pasukannya. Penarikan pasukan itu dilakukan menyusul kesepakatan gencatan senjata, Rabu (21/11) petang, yang juga mengharuskan Israel memenuhi syarat dari Hamas, yaitu menghentikan operasi pembunuhan terhadap para aktivis perlawanan Palestina dan membuka perlintasan-perlintasan Jalur Gaza yang diblokade.

Perdana Menteri Palestina di Jalur Gaza Ismail Haniya mengatakan bahwa gencatan senjata itu merupakan kemenangan bagi rakyat Palestina.

"Kami ucapkan selama kepada rakyat atas kemenangan ini. Yang membuktikan rakyat Palestina dan perlawanannya memiliki kemampuan tinggi untuk berjuang, kreatifitas, kesabaran dan umat menunjukkan keberpihakannya pada rakyat Palestina dan bahwa mereka tidak sendirian. Kami tegaskan bahwa kami puas dengan kesepakatan gencatan terhormat ini," kata Ismail Haniya, Rabu (21/11) malam, usai kesepakatan gencatan senjata.

Haniya juga menyampaikan apresiasinya kepada Mesir atas upayanya mencapai gencatan terhormat serta peran besar yang dilakukan Presiden Muhammad Mursi dan pemerintahnya.

Gencatan senjata disepakati antara faksi-faksi perlawanan Palestina dan penjajah Israel di Kairo. Pemerintah Mesir menjadi mediator dalam upa mencapai gencatan senjata itu.

Israel yang memulai menyerbu Gaza dengan serangan udara massif sejak Rabu pekan lalu, dinilai ketakutan dengan serangan balasan Hamas yang mengejutkan. Setelah Hamas diketahui mampu menjatuhkan roket hingga Tel Aviv dan menjatuhkan sejumlah pesawat tempur serta menghantam kapal perang Israel, Negara Zionis itu mengajukan gencatan senjata.

Namun, di pihak Palestina yang telah banyak jatuh korban termasuk anak-anak, Hamas tidak mau gencatan senjata kecuali Israel bersedia menghentikan operasi penangkapan dan mengakhiri blokade Gaza.

Dukungan sejumlah negara, khususnya Mesir dan Turki, membuat posisi Hamas semakin kuat. Ditambah dengan dukungan umat Islam dan warga internasional di berbagai penjuru dunia yang melakukan demonstrasi membela Gaza, dinilai semakin menyudutkan Israel hingga akhirnya menyetujui gencatan senjata dengan memenuhi syarat-syarat yang diajukan Hamas. [IK/IP/bsb]

Sharon: Jadikan Gaza seperti Hiroshima

Posted: 21 Nov 2012 03:43 AM PST


Gilad Sharon, anak dari mantan Perdana Menteri Israel Ariel Sharon, mengatakan bahwa Tel Aviv harus meratakan Gaza sebagaimana Amerika Serikat (AS) menghancurkan kota Hiroshima, Jepang, pada tahun 1945. Provokasi itu ditulis oleh Sharon dalam sebuah artikel di surat kabar Jerusalem Post, Selasa (20/11).

"Seharusnya tidak ada listrik di Gaza, tidak ada bahan bakar atau kendaraan yang bergerak di jalan-jalan. Kemudian mereka benar-benar akan meminta gencatan senjata," tulis Sharon.

"Kita perlu meratakan seluruh daerah di Gaza. Ratakan semua Gaza. AS tidak berhenti dengan membom Hiroshima sehingga mereka melanjutkan dengan memukul Nagasaki," tambahnya.

Sharon juga meminta Tel Aviv untuk meningkatkan taktik agresif terhadap warga Palestina di wilayah pesisir. "Jika tidak demikian, tidak akan ada kemenangan yang pasti dan kita kehabisan waktu."

Israel yang memulai menyerbu Gaza dengan serangan udara massif sejak Rabu pekan lalu, dinilai ketakutan dengan serangan balasan Hamas yang mengejutkan. Setelah Hamas diketahui mampu menjatuhkan roket hingga Tel Aviv dan menjatuhkan sejumlah pesawat tempur serta menghantam kapal perang Israel, Negara Zionis itu mengajukan gencatan senjata melalui Negara sekutunya.

Namun, di pihak Palestina yang telah banyak jatuh korban termasuk anak-anak, Hamas tidak mau gencatan senjata kecuali Israel bersedia menghentikan operasi penangkapan dan mengakhiri blockade Gaza. [IK/Rpb/IP/bsb]

Pemimpin Arab Menangis Lihat Derita Anak-anak Gaza

Posted: 21 Nov 2012 12:12 AM PST


Foto-foto yang dilansir Associated Press menunjukkan kesedihan sejumlah pemimpin Arab saat berkunjung langsung ke Gaza, Selasa (20/11) kemarin. Mengenakan jas hitam dibalut baju medis berwarna biru, Sekjen Liga Arab Nabil Elaraby tampak tak kuasa menahan tangis menyaksikan seorang anak Gaza terkulai lemah di ruang perawatan di depannya. Wajah dan tubuh anak yang masih duduk di Sekolah Dasar itu masih menyisakan luka-luka akibat serangan udara Israel.

Elaraby tidak sendirian berkunjung di Gaza. Bersamanya hadir pula Menteri Luar Negeri Mesir, Menteri Luar Negeri Turki, dan sejumlah pejabat dunia Arab lainnya. Meski kota Gaza masih dibombardir Israel, mereka berkunjung ke Gaza dalam rangka memberikan dukungan dan solidaritas kepada warga Gaza.

Delegasi dunia Arab itu diterima langsung oleh Perdana Menteri Palestina Ismail Haniya. Selain melihat langsung kondisi Gaza akibat serangan udara Israel, mereka juga diajak bertemu dengan sejumlah korban serangan brutal Zionis, termasuk anak-anak yang tengah dirawat di rumah sakit di Gaza.

Kunjungan Sekjen Liga Arab dan sejumlah Menteri Luar Negeri itu dinilai semakin menguatkan posisi Hamas secara politik, sekaligus menyudutkan Israel.

Sebelumnya, The Washington Post mengatakan bahwa posisi Hamas saat ini lebih kuat dibandingkan dengan agresi Israel sebelumnya pada 2008-2009 lalu.
Pasalnya, kondisi Arab telah berubah pasca revolusi. Negara-negara yang dulunya tidak peduli, sekarang menjadi bersahabat dengan Hamas.

Surat kabar itu mencatat, dukungan kepada Hamas datang dari Mesir, Turki, Qatar dan Tunisia. Diantara dukungan yang harus diperhitungkan adalah pernyataan Presiden Mesir Muhammad Mursi Jumat (16/11) lalu ketika ia mengirim Perdana Menteri Hisham Qandil bahwa Israel akan membayar harga "mahal" jika terus menyerang Gaza. [IK/AP/Rpb/IP/bsb]
You are subscribed to email updates from Bersama Dakwah
To stop receiving these emails, you may unsubscribe now.
Email delivery powered by Google
Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610