Bersama Dakwah |
- Roket Al Qassam Hantam Kapal Perang Israel
- Kemenag Gresik: RKI Telah Membantu Pemerintah
- Tiga Anak Palestina dan Enam Jurnalis jadi Korban Serangan Israel Hari Ini
| Roket Al Qassam Hantam Kapal Perang Israel Posted: 18 Nov 2012 07:17 AM PST Kejutan demi kejutan dari sayap militer Hamas, Brigade Izzuddin Al Qassam, membuat Israel ketar-ketir. Setelah menghujani Tel Aviv dengan roket dan menjatuhkan pesawat tempur F16 Israel dari langit Gaza, Al Qassam menyasar kapal perang negara Zionis itu, Ahad (18/11) pagi tadi. Seperti dilansir InfoPalestina, pejuang Al-Qassam menyatakan bahwa pagi tadi mereka melepaskan lima roket 107 ke arah kapal perang Israel yang bermarkas di lepas pantai kamp pengungsi Nasherat (Nazaret) dan mengenai langsung kapal perang Israel itu. Tak lama setelah penyataan tersebut, media Israel memberitakan bahwa lima roket darat laut dilepaskan ke lepas pantai Gaza. Namun mereka belum menegaskan adanya korban tewas atau luka di kalangan angkatan laut Israel. Sebelumnya, juru bicara Brigade Al Qassam, Abu Ubaidah menegaskan bahwa pihaknya akan memberikan kejutan-kejutan baru kepada pasukan Israel. Kejutan demi kejutan itu agaknya membuat Israel sangat ketakutan sehingga meminta gencatan senjata. Seperti diungkapkan seorang pejabat tinggi Palestina di Gaza, pihaknya menerima sejumlah kontak dari PBB dan beberapa negara Eropa untuk mendengar sejumlah syarat gencatan senjata dengan Israel. Permintaan itu bersamaan dengan pernyataan bahwa agresi ke Gaza tidak akan mampu menghentikan serangan roket ke Israel, dan Hamas adalah organisasi yang sangat sistematis dan masih memiliki persediaan roket jarak jauh dalam jumlah besar. [IK/IP/bsb] |
| Kemenag Gresik: RKI Telah Membantu Pemerintah Posted: 18 Nov 2012 06:58 AM PST Rumah Keluarga Indonesia (RKI), dengan salah satu programnya Sekolah Pra Nikah, telah membantu pemerintah khususnya Kementerian Agama (Kemenag). Hal itu disampaikan Kasi Urusan Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik Ahmad Zaini pada Wisuda Sekolah Pra Nikah Angkatan I, Ahad (18/11). "RKI ini telah membantu pemerintah, khususnya kementerian agama," kata penulis buku Buku Problematika Nikah & Talak itu. Lebih jauh Zaini mengatakan bahwa angka perceraian di Indonesia, termasuk di Kabupaten Gresik, semakin meningkat. Terutama angka cerai gugat, di mana istri yang meminta cerai dari suaminya. Sekolah Pra Nikah dinilai membantu Kemenag yang menginginkan terbentuknya keluarga sejahtera bahagia atau sakinah mawaddah wa rahmah. Untuk itu, para wisudawan nantinya cukup membawa sertifikat Sekolah Pra Nikah tanpa harus mengikuti Kursus Calon Pengantin yang diselenggarakan Kemenag. "Ketika kemarin kami menandatangani sertifikat kelulusan Sekolah Pra Nikah ini, saya katakana kepada panitia bahwa mereka yang telah memiliki sertifikat ini tidak perlu lagi kursus calon penganting," terangnya. Selain sambutan dari Kemenag, prosesi wisuda Sekolah Pra Nikah juga didahului dengan sambutan Ketua Bidang Perempuan (Bidpuan) DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Gresik yang membidangi RKI. "Sekolah Pra Nikah dan RKI tak lain dan tak bukan tujuannya adalah untuk melayani masyarakat, membantu negeri kita tercinta ini. Kita menginginkan keluarga-keluarga yang kokoh, yang sakinah mawaddah wa rahmah, sebagai pondasi bagi negara yang maju, adil dan sejahtera," kata Ketua Bidpuan Rahmawati. Sebanyak 51 orang peserta Sekolah Pra Nikah diwisuda dengan penyematan mawar merah sebagai tanda kelulusan. Prosesi wisuda didahului dengan taujih Wakil Ketua Daerah Dakwah X DPW PKS Jawa Timur Kusno Hadi. Setelah prosesi wisuda peserta dihibur Grup Nasyid Ponpes Munawaroh, Bungah. RKI merupakan program nasional PKS yang dilaunching tahun lalu dalam rangka mengokohkan keluarga Indonesia. Melalui RKI, partai Islam ini memberikan pelayanan dan bekal kepada suami, istri, ayah dan ibu agar lebih harmonis dan mampu menyelesaikan problematika keluarga. Selain memberikan pelatihan keluarga dan parenting dalam bentuk Sekolah Pra Nikah dan Sekolah Orngtua, RKI juga melayani konseling keluarga. Hingga saat ini, telah terbentuk ratusan RKI di 33 provinsi seluruh Indonesia. [JJ/lgs] |
| Tiga Anak Palestina dan Enam Jurnalis jadi Korban Serangan Israel Hari Ini Posted: 18 Nov 2012 03:31 AM PST Seperti kesetanan, Israel terus membombardir Jalur Gaza dan membunuhi warga sipil. Sedikitnya, tiga anak Palestina tewas (baca: syahid, insya Allah) dalam serangan Israel hari ini. Menurut sumber medis di Gaza, tiga anak tewas dalam serangan angkatan bersenjata Israel Ahad (18/11), termasuk seorang balita berumur 18 bulan. Balita itu tewas dalam serangan udara di kamp pengungsi Bureij di pusat Gaza. Dilaporkan juga, sejumlah jurnalis televisi terluka akibat serangan udara yang dilancarkan Israel menjelang fajar. Serangan menghantam bangunan perkantoran di Gaza, melukai sedikitnya enam wartawan dari stasiun televisi al-Quds. Entah disengaja atau tidak, keenam korban adalah wartawan stasiun televise Al Quds yang selama ini dinilai Israel sebagai corong Hamas. "Setidaknya enam wartawan terluka, dengan luka ringan dan moderat, ketika pesawat tempur Israel menghantam kantor TV Al-Quds di gedung Showa dan Housari di lingkungan Rimal Kota Gaza," kata juru bicara kementerian kesehatan Palestina, Ashraf al-Qudra. Ashraf juga menambahkan bahwa diantara keenam korban, salah seorang jurnalis kehilangan kakinya. Sementara itu, meski memulai serangan ke Gaza sejak Rabu lalu, justru pihak Israel yang saat ini dicekam ketakutan. Rasa takut bukan hanya menyelimuti warga Zionis menyusul jatuhnya roket-roket Hamas hingga ke Tel Aviv. Para tentara juga dikabarkan dicekam ketakutan, bahkan sejumlah tentara dilaporkan bersembunyi di WC ketika mendengar sirine peringatan jatuhnya roket Hamas. [IK/IP/bsb] |
| You are subscribed to email updates from Bersama Dakwah To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
