catatan saifudin hidayat

be better

Kekeringan, Tunggu Dua Jam Demi 2 Liter Air 

Warga Sampang dan Bangkalan yang hidup di daerah tandus, harus bekerja keras untuk mendapatkan air.
SAMPANG, KOMPAS.com - Di sebagian daerah di Kabupaten Bangkalan dan Sampang, Jawa Timur, sudah turun hujan beberapa kali, dan kekeringan sudah bisa teratasi dengan menampung air hujan. Namun tidak bagi ratusan warga di Desa Batorasang, Sampang. Di daerah paling gersang ini, masyarakat masih tetap kesulitan air.

Sumur dan sungai di desa tersebut sudah empat bulan mengering. Satu-satunya jalan untuk mendapatkan air dengan cara membeli. Tiap satu mobil pick up ukuran 800 liter dibeli seharga Rp 60.000.

Rifandi, warga setempat mengatakan, setiap membeli Rp 60.000 air hanya cukup digunakan dua hari oleh keluarganya yang jumlahnya tujuh orang. "Air itu kita gunakan untuk memasak, mencuci alat dapur dan kebutuhan ibadah wudu dan mandi," terangnya, Minggu (28/10/2012).

Keluarga ini pun jarang mandi. Kadang dua hari sekali baru mandi. Selain itu, air hanya untuk berwudu saja. "Penggunaan air memang lebih ekonomis karena semua kebutuhan selalu berkaitan dengan air," ungkapnya.

Namun bagi warga yang tak punya penghasilan cukup, hanya mengandalkan tenaga untuk mencari sumber air yang bisa diharapkan. Seperti dialami Husni Tamrin. Pria paruh baya ini harus rela mencari sumber sungai di ujung desanya yang jaraknya dua kilometer dengan naik sepeda ontel. "Kebetulan ada sungai yang sumbernya masih bisa kita ambil airnya walaupun harus menunggu lama," terang Husni.

Untuk mendapatkan air sebanyak dua liter, Husni harus menunggu dua jam lamanya. "Saya gali dulu pasir dan batunya, baru ada tetesan air dan perlu dibiarkan sampai dua jam untuk mendapatkan dua liter air," tandasnya.

Dari habis subuh sampai pukul 9 pagi, Husni bisa mendapatkan lima liter air untuk dibawa pulang. Sambil menunggu keluarnya air, Husni sambil mencari rerumputan kering untuk pakan ternaknya. Pekerjaan itu diulangi lagi oleh Husni pada sore harinya. Ditegaskan Husni, uang Rp 60.000 lebih baik dibelikan beras dan lauk pauk daripada dibelikan air. "Kalau air bisa dicari di mana bisa kita menemukan sumber hidup, tetapi beras tidak mungkin kita mencari dengan mudah," kilahnya.