Lebih menyedihkan lagi, tawuran terjadi dini hari saat azan Subuh berkumandang jelas di telinga para pemuda yang terlibat bentrok itu. Azan itu bahkan tak mampu meredam keberingasan mereka yang menyerang aparat polisi dengan batu, panah, dan petasan. Padahal polisi datang ke lokasi untuk meredam tawuran sekaligus membubarkan aksi para pemuda yang mengganggu ketertiban dan keamanan.
Lebih jauh lagi, seorang wartawan televisi juga terluka terkena sabetan anak panah salah satu pemuda itu. Wartawan itu kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara.
